Apa itu

Filial Play Coaching & Mentoring adalah layanan pendampingan bagi orang tua yang berfokus pada penguatan hubungan orang tua dan anak melalui media bermain.

Orang tua tidak hanya mendapatkan edukasi tentang pengasuhan. Mereka belajar dan mempraktikkan keterampilan khusus dalam berinteraksi dengan anak, melalui latihan, praktik bersama anak, observasi, umpan balik, coaching, dan mentoring dari Filial Play Coach/Mentor.

Fokusnya bukan sekadar memperbaiki perilaku anak, melainkan bagaimana kualitas hubungan orang tua-anak dapat menjadi sumber perubahan positif bagi perkembangan emosi, perilaku, regulasi diri, dan kesejahteraan anak. Orang tua menjadi bagian penting dari proses perubahan, karena keterampilan yang dipelajari dapat terus digunakan dalam interaksi sehari-hari di rumah.

Mengapa Hubungan Orang Tua-Anak Penting?

Hubungan orang tua dan anak adalah salah satu konteks penting bagi perkembangan emosi, perilaku, dan kesehatan mental anak. Sebuah studi longitudinal terhadap 593 keluarga menemukan bahwa pola pengasuhan yang maladaptif berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan psikiatrik pada anak hingga remaja dan dewasa muda (Johnson et al., 2001).

Ini tidak berarti setiap kesulitan emosi atau perilaku anak disebabkan oleh orang tua. Perkembangan anak dipengaruhi banyak faktor biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan. Namun, hubungan orang tua-anak adalah salah satu area yang dapat diperkuat untuk mendukung perkembangan anak.

Mengapa Menggunakan Bermain?

Bermain adalah media alami anak untuk berkomunikasi, mengekspresikan pengalaman, mengeksplorasi perasaan, mencoba berbagai peran, dan memahami dunianya. Dalam Filial Play Coaching, orang tua belajar hadir dan merespons anak secara berbeda melalui bermain, dengan prinsip yang berpusat pada anak (child-centered) dan tidak mengarahkan (non-directive): mengikuti arah permainan anak sambil mempertahankan batas yang aman dan sesuai.

Meta-analisis terhadap 93 studi terkontrol menemukan efek positif play therapy pada anak, dengan hasil yang sangat baik pada intervensi yang melibatkan orang tua (Bratton et al., 2005). Meta-analisis yang lebih baru mendukung Child-Centered Play Therapy dan Child-Parent Relationship Therapy untuk membantu mengurangi masalah internalisasi seperti kecemasan, depresi, dan menarik diri (Taylor & Ray, 2026).

Dalam terapi bermain individual, proses terapeutik berlangsung antara anak dan terapis. Dalam pendekatan filial, profesional melatih, mengobservasi, memberi umpan balik, dan mendampingi orang tua agar keterampilan itu dapat digunakan bersama anak dalam kehidupan sehari-hari (Rye, 2008).

Hubungan itu sendiri menjadi bagian dari intervensi.

Apa yang Dipelajari Orang Tua?

Dalam proses Filial Play Coaching & Mentoring, orang tua dapat belajar untuk:

  • hadir dan memberikan perhatian yang berkualitas kepada anak;
  • mengikuti arah permainan anak secara lebih responsif;
  • mendengarkan dan memahami komunikasi anak melalui permainan;
  • mengenali dan merefleksikan emosi anak;
  • memberikan respons yang lebih empatik;
  • memberikan dorongan yang mendukung perkembangan anak;
  • menetapkan batas yang aman, jelas, dan konsisten;
  • merespons perilaku anak secara lebih reflektif; dan
  • membangun interaksi yang membantu anak merasa dilihat, dipahami, dan diterima.

Tujuannya bukan menjadikan orang tua sebagai terapis bagi anaknya. Orang tua tetap menjadi orang tua, dengan tambahan keterampilan untuk memahami dan merespons kebutuhan emosional anak secara lebih efektif.

Special Playtime

Bagian penting dari Filial Play Coaching adalah Special Playtime: waktu bermain khusus yang terstruktur untuk mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari.

Special Playtime berbeda dari bermain sehari-hari. Di waktu khusus ini, orang tua belajar hadir secara lebih utuh, secara fisik, perhatian, dan emosional, serta memberi ruang bagi anak untuk memimpin permainan dalam batas yang aman. Orang tua berlatih mengurangi kecenderungan untuk terlalu banyak memberi instruksi, mengoreksi atau mengambil alih permainan, mengajukan terlalu banyak pertanyaan, menentukan cara bermain, atau mengalihkan perhatian ke aktivitas lain.

Sebaliknya, orang tua berlatih mengamati, mengikuti, merefleksikan, merespons dengan empati, dan menjaga batas secara konsisten. Durasi dan frekuensinya disesuaikan dengan model filial yang digunakan, tahap program, usia dan kebutuhan anak, serta arahan Filial Play Coach/Mentor. Yang utama adalah kualitas kehadiran dan respons orang tua, bukan lamanya waktu bermain.

Koneksi Sebelum Koreksi

Perubahan perilaku tidak selalu dimulai dari koreksi. Dalam banyak situasi, anak terlebih dahulu perlu merasa aman, dipahami, dan terhubung dengan orang dewasa yang penting baginya.

Connection Before Correction

Prinsip ini bukan berarti orang tua menjadi permisif atau anak bebas melakukan apa saja. Orang tua juga belajar menetapkan batas yang aman, jelas, dan konsisten sambil mempertahankan hubungan yang empatik. Tujuannya adalah keseimbangan antara koneksi, penerimaan, dan batas yang sesuai.

Bagaimana Program Berjalan?

Program dimulai dengan konsultasi untuk memahami kondisi keluarga, hubungan orang tua-anak, kebutuhan anak, dan tujuan yang ingin dicapai. Filial Play Coach/Mentor kemudian membantu orang tua mempelajari keterampilan secara bertahap melalui edukasi, demonstrasi, latihan, praktik, observasi, refleksi, dan umpan balik.

  1. 1

    Konsultasi awal

    Memahami kebutuhan anak, hubungan orang tua-anak, kondisi keluarga, dan tujuan program.

  2. 2

    Pengenalan keterampilan filial

    Orang tua mempelajari prinsip dan keterampilan dasar bermain yang berpusat pada anak dan tidak mengarahkan.

  3. 3

    Demonstrasi dan latihan

    Coach mendemonstrasikan keterampilan dan orang tua berlatih sebelum menerapkannya bersama anak.

  4. 4

    Special Playtime

    Orang tua mempraktikkan keterampilan bersama anak dalam waktu bermain khusus yang terstruktur.

  5. 5

    Observasi dan umpan balik

    Coach mengamati praktik dan memberikan umpan balik yang spesifik dan konstruktif.

  6. 6

    Coaching dan refleksi

    Membahas pengalaman orang tua, respons anak, tantangan, dan penyesuaian strategi.

  7. 7

    Praktik di rumah

    Orang tua melanjutkan latihan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

  8. 8

    Evaluasi perkembangan

    Meninjau perkembangan hubungan, keterampilan orang tua, respons anak, dan kebutuhan program selanjutnya.

Keterampilan dipelajari melalui pengalaman langsung, bukan hanya teori, agar orang tua memahami apa yang dilakukan, mengapa penting, dan bagaimana menerapkannya secara konsisten.

Untuk Siapa Layanan Ini?

Filial Play Coaching & Mentoring dapat digunakan oleh orang tua yang ingin:

  • memperkuat kedekatan dan hubungan dengan anak;
  • memahami dunia emosi anak dengan lebih baik;
  • meningkatkan kualitas komunikasi orang tua-anak;
  • belajar merespons perilaku dan emosi anak secara lebih efektif;
  • meningkatkan rasa percaya diri dalam pengasuhan;
  • mendukung anak yang sedang mengalami kesulitan emosi atau perilaku; atau
  • membangun pola hubungan keluarga yang lebih sehat sejak dini.

Program ini dapat digunakan secara promotif dan preventif untuk memperkuat hubungan, maupun sebagai bagian dari dukungan ketika kesulitan emosi atau perilaku sudah ada. Kesesuaiannya ditentukan melalui konsultasi awal, karena tidak setiap kebutuhan anak atau keluarga paling tepat ditangani melalui Filial Play Coaching saja. Bila ditemukan kebutuhan yang memerlukan asesmen atau intervensi lain, kami akan mendiskusikannya bersama Anda.

Pendekatan Profesional di Temenos

Layanan Filial Play Coaching & Mentoring di Temenos diberikan oleh Silvia Lestari, S.Psi., Certified Filial Play Coach Mentor. Profilnya mencantumkan kualifikasi Post Qualifying Filial Play Coach Mentor dari Play Therapy Indonesia, Play Therapy UK, dan Play Therapy International.

Play Therapy International (PTI) menetapkan standar khusus bagi Certified Filial Play Coach/Mentor, termasuk pelatihan pascasarjana terakreditasi, pengalaman klinis tersupervisi bersama orang tua dan anak, supervisi klinis berkelanjutan, tata kelola klinis, dan pengembangan profesional berkelanjutan (Play Therapy International, n.d.).

Di Temenos, kami melihat bahwa orang tua tidak perlu sempurna untuk membangun hubungan yang bermakna dengan anak. Yang dapat terus dikembangkan adalah kemampuan untuk hadir, memahami, merespons, memperbaiki hubungan ketika terjadi kesulitan, dan kembali terhubung dengan anak.

Melalui bermain, orang tua belajar melihat anak secara berbeda, dan anak mengalami dilihat secara berbeda.

Mulai dari Hubungan

Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Anak membutuhkan orang tua yang hadir, memahami, dan mau kembali terhubung. Filial Play Coaching & Mentoring membantu Anda membangun itu, melalui bermain.

Referensi

  • Bratton, S. C., Ray, D., Rhine, T., & Jones, L. (2005). The efficacy of play therapy with children: A meta-analytic review of treatment outcomes. Professional Psychology: Research and Practice, 36(4), 376–390. https://doi.org/10.1037/0735-7028.36.4.376
  • Johnson, J. G., Cohen, P., Kasen, S., Smailes, E., & Brook, J. S. (2001). Association of maladaptive parental behavior with psychiatric disorder among parents and their offspring. Archives of General Psychiatry, 58(5), 453–460. https://doi.org/10.1001/archpsyc.58.5.453
  • Play Therapy International. (n.d.). International standards for certification in play therapy and filial play. https://playtherapy.org/international-standards/
  • Rye, N. (2008). Filial therapy for enhancing relationships in families. Journal of Family Health Care, 18(5), 179–181. PMID: 18973091.
  • Taylor, J. L., & Ray, D. C. (2026). Child-centered play therapy and child-parent relationship therapy effects on internalizing problems: A meta-analysis. International Journal of Play Therapy, 35(1–2), 1–16. https://doi.org/10.1037/pla0000250