Apa itu

Counseling & Creative Arts Therapy di Temenos adalah layanan psikologis untuk remaja dan dewasa yang memadukan terapi bicara dengan seni kreatif dan metode pengalaman langsung.

Tidak semua pengalaman mudah dijelaskan dengan kata-kata. Terkadang seseorang tahu bahwa ia merasa tidak nyaman, kewalahan, marah, takut, sedih, atau buntu, tetapi sulit memahami atau mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Karena itu, konseling tidak selalu harus berlangsung hanya lewat percakapan. Selain berbicara, klien dapat menggunakan beragam media kreatif untuk mengekspresikan, mengeksplorasi, memahami, dan memproses pengalamannya.

Layanan tersedia secara tatap muka (onsite) maupun online, sesuai kebutuhan, kondisi, dan kesesuaian masing-masing klien.

Apa yang Dapat Dibantu melalui Konseling?

Konseling dapat dipertimbangkan ketika remaja atau dewasa menghadapi tantangan emosional maupun kehidupan, misalnya:

  • stres dan rasa kewalahan,
  • kecemasan atau kekhawatiran berlebihan,
  • kesulitan mengenali atau mengelola emosi,
  • rasa percaya diri yang rendah,
  • kesulitan dalam relasi, konflik keluarga, atau konflik antarpribadi,
  • perubahan atau transisi hidup, kesulitan mengambil keputusan,
  • stres akademik atau pekerjaan, burnout,
  • duka dan kehilangan, pengalaman penolakan atau kegagalan,
  • perfeksionisme, kesulitan menetapkan batas (boundaries),
  • merasa buntu atau kehilangan arah,
  • keinginan untuk lebih memahami pola pikir, emosi, relasi, dan perilaku diri.

Seseorang tidak harus menunggu sampai masalahnya terasa sangat berat. Konseling juga dapat menjadi ruang untuk eksplorasi diri, pertumbuhan pribadi, dan mengembangkan cara yang lebih sehat dalam menghadapi kehidupan.

Lebih dari Sekadar Berbicara

Berbicara adalah bagian penting dalam konseling. Namun terkadang kata-kata saja tidak cukup. Ada pengalaman yang sulit dijelaskan secara langsung, terlalu kompleks untuk segera diberi nama, atau lebih mudah dieksplorasi lewat simbol, citra, metafora, atau aktivitas kreatif.

Karena itu, konseling di Temenos dapat memadukan seni kreatif ke dalam proses terapi: menggambar, warna dan gambar, clay, kolase, menulis jurnal, menulis kreatif, metafora, visualisasi, bercerita, objek simbolik, kartu atau visual prompt, dan aktivitas berbasis mindfulness.

Tidak diperlukan kemampuan menggambar atau keterampilan seni. Fokusnya bukan menghasilkan karya yang bagus, melainkan proses, pengalaman, makna, dan pemahaman yang tumbuh selama terapi. Penggunaan media selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan klien.

Pendekatan Integratif

Konseling di Temenos tidak terpaku pada satu teknik yang diterapkan sama kepada semua orang. Terapi bicara dan seni kreatif menjadi inti prosesnya, sementara terapis dapat menggunakan prinsip dari beberapa pendekatan sesuai kebutuhan klien:

  • Cognitive behavioral. Mengenali hubungan antara pikiran, emosi, dan perilaku, lalu secara bertahap mengembangkan cara merespons yang lebih adaptif.
  • Solution-focused. Tidak hanya berfokus pada masalah, tetapi juga pada kekuatan, sumber daya, dan kemampuan yang sudah dimiliki klien, untuk menyusun langkah yang realistis menuju perubahan.
  • Acceptance-based. Tidak semua pikiran atau emosi yang tidak nyaman harus segera dihilangkan. Klien dibantu meningkatkan kesadaran, mengembangkan fleksibilitas psikologis, dan memilih respons yang sesuai dengan nilai hidupnya.
  • Mindfulness. Meningkatkan kesadaran terhadap pikiran, emosi, sensasi tubuh, dan pola reaksi, agar dapat mengamati dan memaknai pengalaman sebelum bereaksi secara otomatis.

StoryPlay®

StoryPlay®, yang dikembangkan oleh Dr. Joyce C. Mills, adalah pendekatan terapeutik yang berfokus pada resiliensi dan bersifat tidak langsung. Pendekatan ini memadukan cerita, metafora, citra, kreativitas, seni ekspresif, eksplorasi simbolik, dan proses berbasis bermain dan pengalaman. Cerita dan metafora memberi jarak psikologis yang cukup aman untuk melihat pengalaman dari sudut pandang lain, tanpa harus selalu membicarakannya secara langsung. Terapis tidak menafsirkan simbol atau karya klien secara sepihak; makna dikembangkan bersama.

Setiap Orang Datang dengan Cerita yang Berbeda

Tidak ada satu metode konseling yang cocok untuk semua orang. Karena itu, prosesnya bersifat individual. Pada satu sesi, proses mungkin lebih banyak berlangsung lewat percakapan. Pada sesi lain, dapat melibatkan menggambar, clay, jurnal, cerita, StoryPlay®, metafora, visualisasi, atau mindfulness. Tidak ada kewajiban memakai media kreatif di setiap sesi, dan klien tidak pernah dipaksa berkarya, memakai media tertentu, atau membicarakan sesuatu sebelum siap.

Tatap Muka atau Online

Konseling tatap muka. Klien bertemu terapis di ruang terapi. Ruang ini memungkinkan penggunaan media kreatif yang lebih luas dan memberi jarak fisik dari rutinitas sehari-hari. Cocok bagi yang lebih nyaman bercakap langsung, membutuhkan ruang pribadi di luar rumah, atau merasa kehadiran terapis secara langsung lebih sesuai.

Konseling online. Berlangsung jarak jauh melalui panggilan video. Konseling online bukan versi yang lebih ringan: hubungan terapeutik, kerahasiaan, asesmen, penalaran klinis, dan tujuan terapi tetap menjadi inti prosesnya. Penelitian telepsikologi menunjukkan bahwa untuk sejumlah persoalan dan kelompok klien, terapi lewat video dapat memberi hasil yang sebanding dengan tatap muka, dan American Psychological Association mengakuinya sebagai bentuk layanan yang sah bila kompetensi, privasi, keamanan, teknologi, dan kesesuaian klien diperhatikan.

Keuntungan konseling online:

  • Aksesibilitas. Tanpa harus datang ke lokasi, bagi yang terkendala jarak, waktu, mobilitas, atau transportasi.
  • Fleksibilitas. Proses terapi dapat berlanjut ketika pertemuan tatap muka sulit dilakukan.
  • Lingkungan yang akrab. Sebagian klien lebih nyaman dari tempat yang dikenal. Tetap dibutuhkan ruang yang privat, aman, dan minim gangguan.
  • Kesinambungan. Terapi dapat berlanjut saat klien bepergian atau sementara tidak dapat hadir, selama setting online dinilai sesuai secara klinis.

Sesi online menggunakan Zoom. Klien dari luar Jakarta, termasuk dari luar negeri, dapat mengikuti sesi online.

Konseling Adalah Proses Kolaboratif

Terapis bukan orang yang memberi semua jawaban atau menentukan apa yang harus dilakukan klien. Terapis menyediakan ruang yang aman untuk membantu klien memahami pengalamannya, melihat pola, mengenali kekuatan dan sumber dayanya, memahami kebutuhannya, mengembangkan strategi coping, dan menemukan pilihan yang lebih sesuai dengan diri dan nilai hidupnya.

Perubahan tidak selalu berarti menghilangkan semua emosi yang tidak nyaman. Terkadang perubahan berarti seseorang menjadi lebih mampu memahami dirinya, menerima yang tidak dapat diubah, menetapkan batas, membuat pilihan dengan lebih sadar, dan merespons kehidupan dengan cara yang lebih sehat dan fleksibel.

Anda Tidak Harus Tahu Persis Apa yang Ingin Dikatakan

Anda tidak perlu datang dengan cerita yang sudah tersusun, mengetahui akar masalahnya, atau mampu menjelaskan semua perasaan dengan jelas. Proses terapi dapat membantu Anda perlahan memberi bahasa, bentuk, makna, dan pemahaman pada apa yang sedang Anda jalani.

Kadang kita berbicara. Kadang kita berkarya. Kadang kita memakai cerita dan metafora. Kadang kita duduk bersama dengan hal yang sulit diungkapkan. Proses terapi dimulai dari tempat Anda berada sekarang.

Referensi

  • American Psychological Association. (2024). Guidelines for the practice of telepsychology.
  • Mills, J. C., & Crowley, R. J. (2014). Therapeutic metaphors for children and the child within (2nd ed.). Routledge.