Tentang Layanan
Setiap anak memiliki profil belajar, kekuatan, kebutuhan, minat, dan tahap perkembangan yang berbeda. Homeschooling Temenos menyediakan lingkungan belajar yang lebih personal, terstruktur, dan fleksibel dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional.
Layanan ini mengintegrasikan pembelajaran akademik, keterampilan fungsional, pengembangan kemandirian, fungsi eksekutif, sosial-emosional, serta eksplorasi minat dan potensi. Keberhasilan peserta didik tidak hanya dilihat dari nilai atau penguasaan mata pelajaran, tetapi juga dari kemampuan menggunakan pengetahuan dan keterampilannya dalam kehidupan sehari-hari.
Temenos menyelenggarakan proses pembelajaran dan pendampingan pendidikan. Untuk peserta didik yang mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, atau Paket C, administrasi pendidikan dilaksanakan melalui kerja sama dengan PKBM mitra yang memiliki izin operasional.
Posisi Homeschooling dalam Jalur Pendidikan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional membagi jalur pendidikan menjadi pendidikan formal, nonformal, dan informal. Ketiganya dapat saling melengkapi dan memperkaya.
- Formal: pendidikan yang terstruktur dan berjenjang, seperti SD, SMP, SMA/SMK, dan perguruan tinggi. Temenos bukan satuan pendidikan formal.
- Nonformal: pendidikan di luar jalur formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C berada pada jalur ini, dan administrasinya bagi peserta didik Temenos dilakukan melalui PKBM mitra yang berizin.
- Informal: pendidikan yang berlangsung dalam keluarga dan lingkungan. Keluarga tetap menjadi mitra utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan generalisasi keterampilan anak.
Temenos merancang dan melaksanakan pembelajaran, sedangkan pendataan, asesmen yang dipersyaratkan, dan dokumen kelulusan pendidikan kesetaraan dikelola melalui PKBM mitra sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan Pembelajaran Temenos
Homeschooling Temenos bukan sekadar memindahkan pembelajaran kelas umum ke ruang yang lebih kecil. Program dirancang oleh tim yang memperoleh pelatihan dalam pendidikan inklusif, kebutuhan belajar individual, akomodasi dan modifikasi, fungsi eksekutif, regulasi emosi, serta pengembangan kemampuan adaptif. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif yang menempatkan keberagaman peserta didik sebagai bagian dari sistem pendidikan dan mendorong pengurangan hambatan terhadap partisipasi dan pembelajaran.
Kurikulum nasional yang fleksibel. Pembelajaran mengacu pada kurikulum nasional dan jenjang pendidikan peserta didik. Kecepatan belajar, metode, media, jumlah dukungan, jenis tugas, dan cara peserta didik menunjukkan pemahaman dapat disesuaikan dengan profil belajarnya.
Akomodasi dan modifikasi. Akomodasi mengubah cara peserta didik mengakses pembelajaran atau menunjukkan hasil belajar tanpa mengubah kompetensi utamanya, misalnya tambahan waktu, instruksi bertahap, jadwal visual, alat bantu, atau pilihan menjawab secara lisan. Modifikasi menyesuaikan tingkat kesulitan, keluasan materi, target, atau hasil belajar yang diharapkan. Keduanya diberikan berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik, bukan semata-mata berdasarkan diagnosis.
Program Pembelajaran Individual (PPI/IEP). PPI disusun bagi peserta didik yang membutuhkan target dan dukungan individual yang lebih terperinci, misalnya profil kekuatan dan kebutuhan, prioritas pembelajaran, target akademik atau fungsional, strategi pengajaran, bentuk dukungan, serta indikator evaluasi. Tidak semua peserta didik wajib memiliki PPI lengkap; penggunaannya ditentukan berdasarkan asesmen, observasi, dan diskusi bersama keluarga.
Kolaborasi dengan keluarga dan profesional. Keluarga menjadi mitra penting dalam menentukan prioritas, memantau perkembangan, dan membantu keterampilan diterapkan di rumah serta lingkungan masyarakat. Dengan persetujuan keluarga, koordinasi juga dapat dilakukan dengan PKBM mitra dan profesional lain yang mendampingi peserta didik.
Dua Fokus Utama: Akademik dan Fungsional
Temenos memandang kemampuan akademik dan kemampuan fungsional sebagai dua bagian yang saling berhubungan. Anak tidak hanya perlu memahami pengetahuan, tetapi juga mampu menggunakannya dalam kehidupan nyata.
| Kemampuan akademik | Kemampuan fungsional |
|---|---|
| Membaca, menulis, numerasi, pengetahuan umum, pemecahan masalah, dan kemampuan menyampaikan gagasan. | Komunikasi praktis, regulasi diri, fungsi eksekutif, perawatan diri, keterampilan sosial, pengelolaan waktu dan uang, keselamatan, tanggung jawab, mobilitas, serta kesiapan kerja. |
| Diajarkan melalui mata pelajaran, proyek, diskusi, presentasi, karya kreatif, dan asesmen yang sesuai. | Dilatih melalui praktik langsung, simulasi, rutinitas, proyek kehidupan nyata, dan kegiatan berbasis komunitas. |
Keduanya terhubung ketika peserta didik belajar membaca melalui resep, belajar matematika melalui kegiatan berbelanja, belajar menulis melalui pembuatan daftar kegiatan, atau belajar komunikasi melalui interaksi di lingkungan masyarakat.
Komponen Program
Academic Learning
Buka untuk membaca lebih lanjutTutup rincian
Pembelajaran mata pelajaran berdasarkan kurikulum nasional dengan penyesuaian terhadap kemampuan awal, kebutuhan belajar, fungsi eksekutif, bahasa, rentang perhatian, serta perkembangan sosial-emosional peserta didik. Evaluasi dapat dilakukan melalui tes, proyek, presentasi, karya, wawancara, dan tugas berbasis kehidupan nyata.
Practical Life Skills
Buka untuk membaca lebih lanjutTutup rincian
Berfokus pada kemandirian dan kemampuan adaptif, seperti merawat diri, menjaga kebersihan dan kesehatan, menyiapkan makanan sederhana, mengelola barang pribadi, menggunakan uang, memahami waktu dan jadwal, berbelanja, berkomunikasi di masyarakat, mengikuti aturan keselamatan, serta menyelesaikan tanggung jawab sehari-hari.
Enrichment and Interest Development
Buka untuk membaca lebih lanjutTutup rincian
Peserta didik memperoleh kesempatan mengeksplorasi musik, seni, gerak, olahraga, permainan kreatif, kerajinan, atau proyek berbasis minat. Tujuannya bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga melatih pilihan, ketekunan, kepercayaan diri, kerja sama, dan kemampuan mengekspresikan diri.
Career Exploration and Transition to Adulthood
Buka untuk membaca lebih lanjutTutup rincian
Program transisi diberikan secara bertahap sesuai usia dan kesiapan. Anak dapat mulai dengan mengenal profesi dan tanggung jawab kerja, sedangkan remaja dapat berlatih kebiasaan kerja, komunikasi, penyelesaian tugas, kewirausahaan sederhana, kunjungan kerja, penyusunan portofolio, atau pengalaman magang yang sesuai.
Proses Layanan
- Konsultasi awal. Membahas kebutuhan, riwayat pendidikan, kekuatan, tantangan, dan harapan keluarga.
- Pengumpulan data dan asesmen. Mempelajari dokumen serta melakukan observasi atau asesmen yang diperlukan untuk memahami kemampuan awal dan profil belajar peserta didik.
- Perencanaan program. Menentukan target akademik dan fungsional, strategi pembelajaran, jadwal, serta kebutuhan akomodasi, modifikasi, atau PPI.
- Pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan dapat dilakukan secara individual, dalam kelompok kecil, melalui proyek, praktik langsung, dan pengalaman berbasis komunitas.
- Pemantauan dan evaluasi. Perkembangan dipantau melalui observasi, hasil kerja, asesmen, dokumentasi perkembangan, serta pencapaian target individual.
- Kolaborasi. Temenos berkoordinasi dengan keluarga, PKBM mitra, dan profesional terkait sesuai kebutuhan peserta didik.
Siapa yang Dapat Mengikuti?
Program ini dapat dipertimbangkan bagi anak, remaja, atau orang dewasa yang membutuhkan pembelajaran lebih individual, mengalami kesulitan mengikuti kelas besar, memerlukan akomodasi atau modifikasi, atau membutuhkan penguatan akademik dasar, fungsi eksekutif, regulasi diri, keterampilan hidup, atau persiapan menuju kehidupan dewasa. Program juga terbuka bagi peserta didik tanpa diagnosis tertentu apabila bentuk layanan dinilai sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pendidikannya.
- Usia: mulai 7 tahun hingga dewasa
- Jadwal: Selasa–Jumat, 10.00–14.00 (SD) dan 09.00–14.00 (SMP)
- Jumlah peserta per kelompok: maksimal 9 orang
- Lokasi: Temenos Ruko Galaxy (lokasi kedua), Ruko Galaxy Blok J05, Cengkareng, Jakarta Barat
Komitmen Temenos
- Menghargai keunikan, kekuatan, dan kebutuhan setiap peserta didik.
- Menggunakan tujuan pembelajaran yang jelas dan dapat dievaluasi.
- Mengacu pada kurikulum nasional dengan penyesuaian yang bertanggung jawab.
- Mengintegrasikan perkembangan akademik dan kemampuan fungsional.
- Melibatkan keluarga sebagai mitra utama.
- Mempersiapkan peserta didik untuk berpartisipasi secara lebih mandiri dalam keluarga, pendidikan, pekerjaan, dan masyarakat.
Di Temenos, pendidikan bukan hanya tentang menyelesaikan mata pelajaran. Pendidikan adalah proses membantu anak belajar, bertumbuh, berfungsi, membuat pilihan, dan mempersiapkan masa depannya.
Catatan Penyelenggaraan
Homeschooling Temenos merupakan layanan pembelajaran dan pendampingan pendidikan. Bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, atau Paket C, administrasi pendidikan, pendataan, asesmen yang dipersyaratkan, serta penerbitan dokumen kelulusan dilaksanakan melalui PKBM mitra yang memiliki izin operasional. Mekanisme kerja sama akan dijelaskan kepada keluarga pada tahap konsultasi dan pendaftaran.
Ingin Tahu Apakah Homeschooling Sesuai untuk Anak Anda?
Hubungi kami untuk berdiskusi tentang kebutuhan anak Anda dan bagaimana program ini dapat disesuaikan.
Referensi
- Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
- UNESCO. (2020). Global education monitoring report 2020: Inclusion and education—All means all. UNESCO.
